Masa Depan Indah.
Pagi indah yang penuh warna.
hirup suasana dengan tawa.
Rangkai kata dengan sejuta bahasa.
kau tahu hidupmu akan bermakna.
Aku pergi dengan tujuanku.
Aku bermimpi untuk hidupku.
Tak ada lagi kebohongan jiwa.
Dengan pembahasan yang tak ada ujungnya.
Kaulah sang pembawa teka-teki.
Kaulah yang membuat pikiran ini bermimpi.
Sambut hari esok dengan senyum dan tawa.
Datanglah padaku wahai masa depan yang indah.
Monday, October 21, 2013
Wacana dengan EYD yang benar
JAKARTA, Rabu, 17 Oktober 2012. Anggota
Dewan Pembina Partai Demokrat Syarif Hasan mengkritik Komisi
Pemberantasan Korupsi dalam menangani kasus dugaan korupsi pembanguanan
kompleks olahraga terpadu di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Syarif
menyesalkan kerja KPK yang belum juga memastikan ada tidaknya
keterlibatan kader Demokrat dalam perkara itu.
"Itu kita
sesalkan. Seharusnya klarifikasi lebih cepat kan. Kita harapkan sih
dalam waktu tidak lama ada kepastian," kata Syarif di Istana Negara,
Jakarta, Rabu (17/10/2012).
Syarif mengaku prihatin dengan terus turunnya elektabilitas Partai Demokrat berdasarkan
hasil jajak pendapat berbagai lembaga survei. Meski demikian, kata dia,
hasil survei itu menjadi masukan partai untuk perbaikan menjelang
Pemilu 2014 .
"Artinya kita
harus lebih keras lagi bekerja. Kalau tadinya 100 persen, ke depan kalau
bisa 200 persen energi harus lebih banyak kerja," kata Menteri Koperasi
dan UKM itu.
Syarif mengakui
bahwa terjeratnya para kader Demokrat terkait kasus korupsi terjadi
lantaran adanya kesalahan masa lalu. Partai dapat menerima siapapun
untuk bergabung tanpa melakukan proses seleksi yang ketat.
"Ini kan
fenomena kalau partai baru banyak yang tertarik. Dulu itu kan semua pada
melirik Demokrat. Siapa aja yang mau bergabung kita terima. Mungkin
karena sedikit kurang selektif jadi bermasalah," pungkas Syarif.
Seperti
diberitakan,Ketua KPK Abraham Samad menyebut akan ada hal yang
mengejutkan dalam perkara Hambalang. Namun, Abraham tidak secara
spesifik menyebut apa kejutan yang diungkapkan KPK. Dia hanya memberi
sinyal bahwa apa yang ada di pikiran banyak orang soal kasus Hambalang
bakal terjadi.
sumber : http://dendy-rinaldi.blogspot.com/2013/10/wacana-singkat-menggunakan-kalimat-eyd.html
Tugas Softskill Bahasa Indonesia 1
Bahasa Ilmiah
Bahasa Indonesia
ragam ilmiah merupakan salah satu ragam bahasa Indonesia yang digunakan dalam
pertemuan dan penulisan karya ilmiah. Sebagai bahasa yang digunakan untuk
memaparkan fakta, konsep, prinsip, teori, atau gabungan dari keempatnya, bahasa
Indonesia diharapkan dapat menjadi media yang efektif untuk komunikasi ilmiah,
baik secara tertulis maupun secara lisan.
Contoh Bahasa Ilmiah pidato presentasi skipsi:
Bapak-bapak, ibu-ibu, dan
saudara-saudara yang saya hormati,
Perkenanakan saya
memaparkan skripsi saya secara ringkas!
Skripsi ini berjudul
“Pengaruh Penjualan Saham terhadap Laba Usaha pada PT BNI Cabang Makassar tahun
2007”. Skripsi ini memasahkan bagaimana pengaruh penjualana saham terhadap laba
usaha pada perusahaan tersebut sejak 1 Juli hingga 31 Desember 2007. Penjualan
saham merupakan variabel bebas dan laba usaha merupakan variabel terikat.
Kajian teoritik bersumber
pada data sekunder yang diperoleh melalui buku, jurnal, ensiklopedia, website,
dan beberapa laporan penelitian dalam bahasan yang sejalan dengan topik ini.
Kajian ini menggunakan sumber data yang diterbitkan pada tahuan 2006-2007.
Kajian ini dideskripsikan dalam Bab II Deskripsi Teori.
Berdasarkan kajian teoritik
tersebut dilakukan pengumpulan data di lapangan, yaitu kantor PT BNI
Cabang Makassar dan di kantor-kantor cabang pembantu lainnya untuk mendapatkan
data prmier. Data ini dikumpulkan sejak tanggal 1 juli sampai dengan 31
Desember 2007. Data ini diperoleh melalui observasi, angket, wawancara, dan
melalui website. Data ini dideskripsikan dalam Bab V Deskripsi Data,
Analisis, dan Hasil Analisis Data. Selanjutnya, data ini dianalisis secara
deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahawa penjualan saham terhadap
laba usaha memenngaruhi secara signifikan. Sebagai kesimpulan bahwa penjualan
saham berpengaruh secara positif terhadap laba usaha.
Bahasa Semi Ilmiah.
Karya tulis semi ilmiah
merupakan sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan
yang ditulis dengan bahasa konkret dan formal, kata-katanya teknis dan didukung
dengan fakta umum yang dapat dibuktikan kebenarannya. Karya tulis ini juga
merupakan sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan
dan penulisannya tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode
ilmiah yang sintesis-analitis karena sering dimasukkan dalam kary tulis ini.
Karya tulis semi ilmiah biasanya digunakan dalam komik, anekdot, dongeng,
hikayat, novel, roman dan cerpen.
contoh Bahasa Semi Ilmiah : Penulisan Resensi
Pilot Peternakan
Seri Tentang Sahabat ini adalah salah satu buku yang cukup menarik untuk
dijadikan salah satu bacaan anak-anak. Bukunya tidak terlalu tebal dengan
mengisahkan tentang persahabatan antara Jolly si Peternak dengan ternak
ternaknya, seperti babi, sapi angsa dan hewan ternak lainya.Dan impian
tertinggi para ternak-ternak ini adalah bisa terbang dan melakukan akrobat di
udara. Cover bukunya juga menarik, saya yakin anak menyukai buku ini.
Penggunaan kalimat demi kalimat yang digunakan dalam buku ini juga cukup mudah
dicerna, sehingga anak-anak bisa dengan cepat menangkap makna dari isi buku
ini. Namun bagi anak-anak di usia 5 tahun ke bawah sebaiknya tetap mendapat
pendampingan dari orangtua. Agar pesan yang ada dalam buku ini bisa
tersampaikan dengan baik.
Apa jadinya bila peternak dan hewan peliharaanya sudah bersahabat
sedemikian? Tentu saja mereka akan saling membantu bila salah satu dari mereka
ada yang sakit atau membutuhkan pertilongan. Buku cerita penuh gambar ini tidak
terlalu tebal, namun bisa dijadikan salah satu bacan yang menarik untuk
anak-anak. Cara bertuturnya yang sederhana sehingga akan mudah dipahami si
kecil. (Tumbuh Kembang, September 2012 hlm 79)
Suatu hari di sebuah peternakan tiba-tiba segala sesuatu tak berjalan
semustinya. Sapi memperoleh makanan tak seperti biasanya, domba tak bisa pulang
karena tak ada yang menjemput dan si angsa terkunci dalam pagar. Jolly si
peternak kelelahan karena tak sanggup mengurus peternakannya. Babi mencari tahu
dan dia pun mendapatkan jawabannya. Para ternak pun akhirnya membantu Jolly.
Sebuah bantuan yang membawa mereka pada kejutan tak terlupakan. Bacakan buku
ini untuk anak belajar memecahkan masalah. (Ayahbunda, 17-30 September 2012)
Jolly si peternak sedang terlihat sibuk memperbaiki sesuatu di dalam Gudang
Merah Besar. Untuk membantunya, Babi memnaggil hewan-hewan lain untuk beraksi
dan membantu rencana Jolly! Bagaimanakah cara mereka semua membantu Jolly
(Kiddo, September 2012 hlm 35)
Jolly, si peternak sedang memperbaiki sesuatu di dalam gudang merah besar.
Tapi pekerjaan Jolly diintip oleh babi dan hewan-hewan lainnya. Ternyata,
mereka secara tak sengaja malah membantu Jolly mewujudkan rencanya. Apa itu?
(Parenting September 2012 hlm 135)
Nak-anak usia balita senang dibacakan erita menjelang tidur. Kegiatan ini,
selain menyenangkan, ternyata juga sangat bermanfaat untuk mereka, di antaranya
kemampuan bahasa serta kognitifnya meningkat. Bila ayah dan ibu sedang
kehabisan ide bercerita, buku ini dapat dibacakan. Berkisah tentang Jolly si
peternak yang mempunyai pesawat. Ia kemudian menerbangkan hewan-hewannya satu
per satu, merasakan indahnya berkelana di udara. (Nakita 17023 September 2012
hlm 34).
Bahasa Non Ilmiah.
Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang
pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif,
tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular
atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).
Contoh wacana non ilmiah :
Aku merasa rendah diri. Aku merasa tak punya kemampuan apapun dari segala bidang. Apa yang bisa kulakukan? Aku seperti orang tak berguna. Mungkin… telah lama aku kehilangan rasa percaya diriku, dan aku tak menyadarinya.
Bagaimana caraku untuk mendapatkan rasa percaya diriku kembali? Sebenarnya aku trauma dengan apa? Aku takut dengan apa? Oh! Aku bingung! Astaghfirullah…
Aku seperti menangis sendiri kesepian di dalam tiap senyumku. Oh… aku benar-benar merasa bagai orang tak berguna! Aku masih belum bisa mengatasi perasaan minderku sendiri.Bagaimana ini ya Allah?
Sampai di usiaku yang telah menginjak 16 tahun ini aku masih bingung. Apa keistimewaanku? Aku hanyalah seorang perempuan yang rapuh… dan tak punya keistimewaan apapun. Astaghfirullahal’adzim… Astaghfirullah… Astaghfirullah… Kemanakah semangatku yang membara itu pergi?
Setiap orang pasti punya kelebihan dan kekurangan. Aku masih punya banyak kekurangan. Tapi… aku sangat bangga menjadi orang Islam. Menjadi seorang muslimah… apakah itu dapat disebut sebagai kelebihan? I don’t know!
* * *
Seperti pada hari-hari sebelumnya, matahari terbit menyinari bumi. Alhamdulillah. Waktu terus berputar tanpa menghiraukan orang-orang sekitar. Tak terasa waktu pulang sekolah telah diambang pintu.
Kembali aku tersenyum kepada dunia yang telah 16 tahun ‘membesarkanku’. Tak seperti biasanya, hari ini sepulang sekolah aku makan soto di warung. Ditraktir. Berlanjut ke jalan-jalan menyusuri jalanan kota dengan naik bus.
Bersama ke-6 kawanku, kami menjejakkan kaki ke swalayan ternama di kota kami. Minum es teh bareng (satu cup es teh buat rame-rame), makan donat unil bareng, makan rujak bareng. Wah! Subhanallah… memang sangat nikmat ya bila kita berbagi. Apalagi menghabiskan waktu bersama dengan yeman-teman, benar-benar terasa seru dan asyik!
Sepulangku dari swalayan ternama tersebut, aku turun di Krapyak setelah naik bus jurusan Mangkang. Kemudian menanti bus jurusan Pasadena. Oh! So long!
Tiba-tiba tanpa kusadari, muncul seorang nenek yang berjalan dengan tertatih-tatih. Nenek tersebut membawa sejumlah barang belanjaan di punggungnya. tersentuh hatiku untuk menuntun si nenek. Ketika kutuntun, nenek tersebut meminta uang Rp 1000,- kepadaku untuk tambahan ongkos naik becak. Tanpa ragu langsung kuberi Rp 2000,-. Aku kembali menuntunnya sampai ke pangkalan becak motor. Setelah hampir dekat ke pangkalan becak motor, nenek tersebut berkata kalau ternyata duitnya masih kurang. langsung kuberi Rp 2000,- lagi. Alhamdulillah aku ada uang untuk diberikan ke nenek tersebut.
Sampai di depan becak motor yang akan dia tumpangi, aku membantu meletakkan belanjaannya ke atas becak motor tersebut. “Matur nuwun yo, nduk!” ,ucap si nenek. “Nggih, sami-sami mbah.” jawabku sambil tersenyum.
“Dek, ayo naik sekalian.” ucap Pak pengendara becak motor itu menawariku.
“He-eh, nduk. Sekalian aja.” ucap si nenek juga menawariku. Dan akhirnya aku ikut numpang sekalian. Karena sewaktu aku menuntun si nenek menuju pangkalan becak motor, ada bus jurusan Pasadena lewat (bus yang tadi kunanti).
Si nenek turun di jembatan dekat kawasan. “Matur nuwun yo, nduk.” ucapnya sambil tersenyum.
“Nggih, mbah.” jawabku. “Cah iki ter no tekan kono yo! Eh… tulung iki gendongno!” ucap si nenek menyuruh pak ojek (becak motor) untuk mengantarku, terus si nenek minta tolong supaya belanjaannya ditaruh di punggungnya.
“Makasih ya, Pak!” ucapku setelah turun dari becak motor. “Ya!” jawab Pak Ojek.
http://setiawan-alvin.blogspot.com/2013/10/softskill-bahasa-indonesia-1.html
https://www.google.co.id/
Sunday, April 21, 2013
Komunikasi
Pengertian
Komunikasi - Istilah
komunikasi atau dalam bahasa Inggris communication berasal dari kata latin
communicatio, dan bersumber dari kata communis yang artinya membuat kebersamaan
atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih. Dalam definisinya
secara khusus mengenai komunikasi itu sendiri menurut Hovland adalah “proses
mengubah perilaku orang lain” (communication is the process to modify the
behaviour of other individuals).
Beberapa
definisi komunikasi : (Emilia, dr. Ova, M.Med.Ed, Ph.D., SpOG. Dkk, 2006, Modul Pelatihan
Keterampilan Presentasi, Yogyakarta:UGM )
Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli
Theodore M. Newcomb:
“Setiap
tindakan komunikasi dipandang sebagai suatu transmisi informasi,terdiri dari
rangsangan yang diskriminatif, dari sumber kepada penerima”
Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli
Carl I. Hovland:
“Komunikasi
adalah proses yang memungkinkan seseorang (komunikator) menyampaikan
rangsangan (biasanya lambang-lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain
(komunikan)”
Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli
Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli
Everett M. Rogers:
“Komunikasi
adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau
lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka”
Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli
Harold Lasswell:
Who Says
What In Which Channel to Whom With What Effect? Atau Siapa Mengatakan Apa
Dengan Saluran Apa Kepada Siapa Dengan Pengaruh Bagaimana?
Komunikasi
terbagi dua yaitu verbal dan non verbal. Komunikasi verbal yaitu suatu proses komunikasi
dengan menggunakan simbol atau lambang-lambang. Simbol-simbol yang digunakan
selain sudah ada yang diterima menurut konvensi internasional seperti simbol
lalu-lintas, alfabet latin, simbol matematika, juga .terdapat simbol-simbol
lokal yang hanya bisa dimengerti oleh kelompok-kelompok masyarakat tertentu.
Sedangkan komunikasi non verbal adalah proses komunikasi dengan menggunakan
kode non verbal.
Kode non
verbal biasa disebut bahasa isyarat atau bahasa diam (silent language), maupun
bahasa tubuh (body language).
Unsur-unsur penting lainnya dalam komunikasi adalah dengan adanya : sumber, pesan,
media, penerima, efek dan umpan balik.
1. Sumber
Adalah
pembuat atau pengirim informasi. Dalam komunikasi antar manusia, sumber bisa
terdiri dari satu orang, tetapi bisa juga dalam kelompok misalnya partai,
organisasi atau lembaga. Sumber biasa disebut juga komunikator atau dalam
bahasa Inggrisnya disebut source, sender atau decoder.
2. Pesan
Adalah
sesuatu yang disampaikan oleh pengirim kepada penerima. Pesan dapat disampaikan
dengan cara tatap muka atau melalui media komunikasi.
3. Media.
Media yang
dimaksud di sini adalah alat yang digunakan untuk memindahkan pesan
dari sumber kepada penerima.
4. Penerima.
Penerima
adalah pihak yang menjadi sasaran pesan yang dikirim oleh sumber. Penerima bisa
terdiri dari satu orang atau lebih. Penerima biasa disebut komunikan atau dalam
bahasa Inggris disebut audience atau receiver.
5. Efek
Efek atau
pengaruh adalah perbedaan antara apa yang dipikirkan, dirasakan dan dilakukan
oleh penerima sebelum dan sesudah menerima pesan. Pengaruh ini bisa tergantung
dari pengetahuan, sikap dan tingkah laku seseorang. (De Fleur, 1982)
6. Umpan Balik.
6. Umpan Balik.
Adalah suatu
bentuk tanggapan balik dari penerima setelah memperoleh pesan yang diterima.
Dalam ilmu komunikasi juga dikenal
beberapa macam tipe komunikasi. Joseph A. DeVito seorang professor komunikasi di
City University of New York dalam bukunya Communicology membagi komunikasi atas
empat macam yaitu : komunikasi intrapribadi, komunikasi antarpribadi,
komunikasi publik dan komunikasi massa.
1. Komunikasi Intrapribadi (Intrapersonal Communication)
Merupakan
proses komunikasi yang terjadi dalam diri individu atau dengan kata lain proses
berkomunikasi dengan diri sendiri.
2. Komunikasi Antarpribadi (Interpersonal Communication)
Merupakan
proses komunikasi yang berlangsung antara dua orang atau lebih secara tatap
muka, seperti yang dinyatakan oleh Pace (1979) bahwa “Interpersonal
communication is communication involving two or more people in a face to face
setting”
3. Komunikasi Publik (Public Communication)
Sesuai
namanya, komunikasi publik menunjukkan suatu proses komunikasi di mana
pesan-pesan disampaikan oleh pembicara dalam situasi tatap muka di depan
khalayak yang lebih besar.
4. Komunikasi Massa (Mass Communication)
4. Komunikasi Massa (Mass Communication)
Komunikasi
massa dapat didefinisikan sebagai proses komunikasi yang berlangsung di mana
pesannya dikirim dari sumber yang melembaga kepada khalayak yang sifatnya
massal melalui alat yang bersifat mekanis separti radio, televisi, surat kabar
dan film.
Seperti
telah dijelaskan bahwa pihak yang mengirim pesan kepada khalayak disebut
komunikator. Sebagai pelaku dalam proses komunikasi, komunikator memegang
peranan yang sangat penting terutama dalam mengendalikan jalannya komunikasi.
Untuk mencapai komunikasi yang efektif, seorang komunikator selain dituntut
untuk mengenal dirinya terlebih dahulu, maka ia juga harus memiliki kepercayaan
(credibility), daya tarik (attractiveness) dan kekuatan (power).
Faktor lain
yang menentukan berhasil tidaknya komunikasi adalah homophily, yakni
adanya kesamaan yang dimiliki oleh seorang komunikator dengan khalayaknya
misalkan dalam hal bahasa, pendidikan, agama, usia dan jenis kelamin.
Dalam berkomunikasi juga terdapat tujuan yang ingin dicapai, yaitu untuk
menciptakan kesesuaian, kesamaan, dan pemahaman yang sama tentang informasi, ide,
pemikiran dan sikap terhadap orang, pihak atau kelompok tertentu.
Untuk mencapai semuanya itu kita harus menempatkan setiap manusia dalam posisi sentral, menghormati dan menghargainya secara proposional.
1. Pengertian Komunikasi
Komunikasi
adalah saluran untuk melakukan dan menerima pengaruh mekanisme perubahan, alat
untuk mendorong mempertinggi motivasi dan juga perantara serta sarana dimana
kemungkinan suatu organisasi mencapai tujuannya. Perilaku manusia adalah cermin
yang paling sederhana, agar perilaku sesuai dengan tujuan organisasi., maka
harus ada kesesuaian antara keinginan karyawan dengan keinginan perusahaan.
Pimpinan perusahaan dalam melakukan selalu mengadakan komunikasi terhadap
karyawan yang berwujud pemberian perintah atau intruksi, bimbingan, penerangan,
laporan dan sebagainya. Adapun beberapa pendapat Pengertian Komunikasi
Menurut Para Ahli tentang pengertian komunikasi antara lain :
- Pendapat dari Soewarno Handaya Ningrat: (Soewarno Handaya Ningrat. Pengantar Ilmu Studi Dan Manajemen.CV Haji Masagung, Jakarta, 1980, hal 94)
Komunikasi adalah proses interaksi
atau hubungan saling pengertian satu sama lain antara sesame manusia. Proses
interaksi atau hubungan satu sama lain yang dikehendaki oleh seorang dengan
maksud agar dapat diterima dan dimengerti antara sesamanya.
- Pendapat
dari T. Hani Handoko: (T. Hani Handoko, Manajemen, BPFE Yogyakarta,
1986, hal 272)
Komunikasi adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau informasi dari seseorang ke orang lain. Perpindahan pengertian tersebut melibatkan lebih dari sekedarkata-kata yang digunakan dalam percakapan, tetapijuga ekspresi wajah, intonasi, titik putus tidak hanya memerlukan transmisi data, tetapi bahwa tergantug pada ketrampilan- ketramilan tertentu untuk membuat sukses pertukaran informasi.
- Pendapat
dari Sukanto Reksodiprojo (Sukanto Reksohadiprojo. Organisasi perusahaan,
Edisi 11, BPFE, Yogyakarta, 1986,hal 176)
Komunikasi adalah usah mendorong orang lain untuk menginterprestasikan pendapat seerti apa yang dikehendaki oleh orang yang mempunyai pendapat tersebut serta diharapkan diperoleh titik kesamaan untuk pengertian.
Dari pendapat-pendapat tersebut diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa komunikasi adalah proses interaksi atau hubungan saling pengertian satu sama lain antara sesama manusia baik langsung maupun tidak langsung.
2. Jenis Komunikasi
Untuk mengetahui komunikasi antara pimpinan perusahaan dengan karyawan komunikasi dibedakan menjadi tiga menurut jenisnya: (Soejono Trimo, Analisis Kepemimpinan Angkasa Bandung. 1986)
a. Downward Communication
Koordinasi melalui rencana yang telah dibuat (by plan) yang dapat dikatakan koordinasi itu mencapai bentuk komunikasi yang akhirnya berjalan kebawah. Komunikasi ini bersifat satu arah dari pemimpin kepada bawahanya. Informasi yang disampaikan meliputi antara lain, kebijaksanaan pemimpin, peraturan, ketentuan yang harus diikuti oleh pekerja. jadwal kegiatan atau program dan alokasi sumber-sumber.
Makin jelas atau pasti suatu kegiatan atau pekerjaan makin kurang bimbingan atau pemrosesaninformasi yang diperlukan, sehingga pemimpin cukup mengkoordinasikan pekerjaan bawahan melalui rencanakerja yang telah disiapkan.
b. Upward Communication
Koordinasi melalui umpan balik (feed back), berarti komunikasi teratur keatas, dari bawahan kepimpinan terutama dalam melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang bersifat teknis, pemimpin atau manajer sangat memerlukan input informasi yang berupa laporan, saran dari bawahan untuk dapat mengkoordinasikan seluruh kegiatan itu.
Adapun karakteristik umpan balik yang efektif antara lain:
a) Intensi
Umpan balik yang efektif jika diarahkan secara langsung untuk menyempurnakan pelaksanaan pekerjaan dan lebih menjadikan pegawai sebagai harta milik organisai yang paling berharga, umpan balik semacam ini tidak bersifat hal-hal yang bersifat pribadi dan eharusnya tidak berkompromi dengan perasaan-perasaan pribadi, harga diri dan cita-cita pribadi. Umpan balik yang positif hanyalah mengurusi atau hanya diarahkan pada aspek-aspek pekerjaan pegawai.
b) Kekhususan
Umpan balik yang efektif dirancang untuk membekali penerima dengan informasi yang khusus sehingga mereka apa yang harusnya dikerjakan untuk suatu situsi yang benar.
c) Deskriptif
Efektifitas umpan balik dapat pula dilakukan dengan lebih bersifat dekriptif dengan memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan pekerjaan.
d) Kemanfaatan
Umpan balik ini hendaknya mengandung informasi yang dapat dipergunakan oleh pegawai atau pejabat untuk memperbaiki dan menyempurnakan pekerjaanya
e) Tepat Waktu
Umpan balik yang efektif terdapat pertimbangan-pertimbangan yang memperhitungkan factor-faktor yang tepat
f) Kesiapan
Agar supaya umpan balik bisa efektif para pegawai hendaknya mempunyai kesiapan untuk menerima umpan balik tersebut.
g) Kejelasan
Umpan balik bisa efektif jikalau dapat dimengerti secara jelas oleh penerima.
h) Validitas
Agar supaya umpan balik dapat efektif maka umpan balik tersebut hendaknya dapat dipercaya dan syah.
c. Komunikasi Horizontal atau Diagonal
Koordinasi melalui interaksi lateral sebenarnya merupakan satu alur komunikasi atau informasi yang sifatnya horizontal atau diagonal antar departemen/unit-unit dalam organisasi.
Informasi dipakai pemimpin bilamana karakteristik tugas atau pekerjaan itu mengandung derajat ketidak pastian yang tinggi.
Dalam kondisi tugas atau pekerjaan semacam ini pemimpin atau bawahan amat membutuhkan pemrosesan informasi yang tinggi berkaitan enggan tugas atau pekerjaan yang dilaksanakan, masukan-masukan tidak hanya dari kelompok atau unit kerjanya sendiri, akan tetapi memerlukan pula informasi dari unit-unit kerja lain dalam organisasi itu.
3. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Komunikasi
Untuk mencapai komunikasi yang efektif perlu diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi. Adapun faktor-faktornya adalah sebagai berikut: (Onong Ichjana Effendy, Ilmu Komunikasi Teori dan praktek, CV. Remaja Karya, Bandung. 1985)
- Komunikasi Harus Tepat Waktu dan Tepat Sasaran
Ketepatan waktu dalam menyampaikan komunikasi harus betul-betul diperhatikan, sebab apabila penyampaian komunikasi tersebut terlambat maka kemungkinan apa yang disampaikan tersebut tidak ada manfaatnya lagi.
- Komunikasi Harus Lengkap
Selain komunikasi yang disampaikan
harus mudah dimengerti oleh penerima komunikasi, maka komunikasi tersebut harus
lengkap sehingga tidak menimbulkan keraguan bagi penerima komunikasi. Hal itu
perlu ditekankan, sebab meskipun komunikasi mudah dimengerti tetapi apabila komunikasi
tersebut kurang lengkap, maka hal itu menimbulkan keraguan bagi penerima
komunikasi, sehingga pelaksanaan tidak sesuai denganapa yang diinginkan.
- Komunikasi Perlu Memperhatikan Situasi dan Kondisi
Dalam menyampaikan suatu komunikasi,
apalagi bilamana komunikasi yang harus disampaikan tersebut merupakan hal-hal
yang penting yang perlu pengertian secara mendalam, maka faktor situasi dan
kondisi yang tepat perlu diperhatikan. Apabila solusi dan kondisi dirasakan
kurang tepat , bilamana komunikasi yang akan disampaikan tersebut dapat ditunda
maka sebaiknya penyampaian komunikasi tersebut ditangguhkan.
- Komunikasi
Perlu Menghindarkan Kata-kata Yang Tidak Enak
Agar komunikasi yang disampaikan mudah dimengerti dan diindahkan maka perlu dihindarkan kata-kata yang kurang baik. Dengan kata-kata yang kurang enak ini dimaksudkan adalah kata-kata yang dapat menyinggung perasaan penerima informasi, meskipun dalam kamus hal itu tidak salah dn cukup jelas.
- Adanya
Persuasi Dalam Komunikasi
Seringkali manajer harus merubah sikap, tingkah laku dan perbuatan dari orang-orangnya sesuai dengan yang diinginkan, untuk itu dalam pelaksanaan komunikasi harus disertai dengan persuasi.
4. Hambatan Komunikasi
Kegagalan dalam berkomunikasi sering terjadi karena banyak hambatan-hambatan. Salah satu hambatan yang ditimbulkan dari unsur manusia yang terlibat didalamnya ialah karena persepsi yang berbeda. Dimanadalam persepsi ada kecenderungan menghambat informasi baru, terutama jika informasi iti bertentangan dengan apa yang diyakini. Persepsepsi pada hakekatnya adalah proses kognitif yang dialami oleh setiap orang didalam memakai informasi tentang lingkungannya, lewat penglihatan, pendengaran, penghayatan, perasaan dan penciuman.
5. Manfaat Komunikasi
Dalam komunikasi sangat dimungkinkan adanya hambatan . salah satu hambatan yang ditimbulkan dari unsur manusia yang terlibat didalamnya karena persepsi yang berbeda.
Tetapi apabila dapat menghilangkan hambatan atau setidaknya dapat memperkecil hambatan tersebut, maka kemungkinan komunikasi yang dilaksanakan akan menjadi lebih baik. apabila mampu melaksanakan komunikasi dengan baik, maka akan dapat mengambil manfaatnya.manfaat komunikasi adalah sebagai berikut:
- Kelancaran tugas-tugas lebih terjamin
- Biaya biaya dapat ditekan
- Dapat meningkatkan partisipasi
- Pengawasan
dapat dilakukan dengan baik
Sumber: - http://wahyurezkianto.blogspot.com/
- http://www.sarjanaku.com/2012/09/pengertian-komunikasi-teori-fungsi.html
Subscribe to:
Posts (Atom)
