Pada kesempatan kali ini saya akan bercerita tentang liburan saya bersama keluarga setelah UTS tanggal 24 desember kemarin.
bisa di bilang ini liburan yang sangat singkat,karena hanya beberapa hari saja mulai dari tgl 25 sampai dengan tanggal 30 desember, tanggal 31 saya sudah di haruskan untuk kembali kuliah.
Jadi pada tanggal 25 desember saya bersama 2 kakak perempuan,1 adik perempuan,dan ibu saya yang juga perempuan berencana untuk jalan-jalan ke kebun binatang Ragunan.Sebenarnya saya merasa agak malas untuk ikut ke ragunan,di karenakan hanya saya satu-satunya laki-laki di keluarga saya dan di rombongan itu.. tapi setelah saya pikir-pikir tdk apalah kalau hanya sekali jalan-jalan bersama keluarga.Bisa di bilang memang saya dan ayah saya yang paling jarang jalan-jalan bersama seperti itu,tapi karena pada saat itu ibu saya sudah jauh-jauh datang dari palembang untuk menjemput adik saya yang sedang liburan yah akhirnya saya ikut juga.
Kami berangkat dari tempat masing-masing pada pagi hari dan sudah janjian untuk bertemu di dalam ragunan.Yang sangat di sayangkan pada hari itu cuaca sangat-sangat tidak mendukung,dari pagi sampai siang terus-menerus hujan lebat,tapi saya tetap melanjutkan perjalanan dengan menaiki angkutan kota,sekitar jam 11 saya sampai juga di tujuan dan dengan sangat berat hati saya terpaksa harus berteduh dulu di warung terdekat di luar ragunan.Sekitar 2 jam saya berteduh di warung itu sampai akhirnya hujan sudah sedikit reda dan saya langsung masuk ke dalam ragunan untuk segera menemui keluarga saya.Setelah kami berkumpul di dalam ragunan tiba-tiba perut saya terasa lapar,memang waktu itu sudah saatnya jam makan siang dan akhirnya kami memutuskan untuk makan siang dahulu di dalam daerah ragunan tersebut.Setelah perut kami terisi dan punya cukup tenaga untuk mulai berkeliling ragunan kami mulai berkeliling di mulai dari pintu masuk utara,walaupun pada saat itu masih sedikit rintik-rintik hujan kami tetap berkeliling dengan senang hati,berfoto dan tertawa bersama.Setelah di rasa cukup lelah dan juga waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 kami memutuskan untuk pulang,kami keluar dari pintu utara karena disana terdapat banyak angkutan kota yang bisa langsung menuju ke tempat kami masing-masing.
Dan setelah mengobrol ringan sebentar kami akhirnya pulang ke tempat masing-masing.Walaupun terasa lelah tapi sangat mengasyikkan jalan-jalan bersama keluarga pada hari itu.
Sekian cerita dari saya,Terima Kasih.
Monday, December 30, 2013
Sunday, December 29, 2013
KERANGKA KARANGAN
Contoh Kerangka Karangan
Tema : Akuntansi
Tujuan : Manfaat akuntansi
Judul : Penerapan akuntansi dalam kehidupan sehari-hari
1.Pengertian
1.1.Sejarah Akuntansi
1.2.Definisi Akuntansi
2.Fungsi Akuntansi
2.1.Fungsi Akuntansi
3.Prinsip Akuntansi
3.1.Prinsip akuntansi
4.Manfaat Akuntansi
4.1.Manfaat bagi perusahaan
4.2.Manfaat bagi bisnis
4.3.Manfaat bagi pendidikan
5.Penutup
5.1.Kesimpulan
SUMBER :
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/01/definisi-dan-fungsi-akuntansi/
http://riyantirinnus.blogspot.com/2013/01/contoh-kerangka-karangan.html
Tema : Akuntansi
Tujuan : Manfaat akuntansi
Judul : Penerapan akuntansi dalam kehidupan sehari-hari
1.Pengertian
1.1.Sejarah Akuntansi
1.2.Definisi Akuntansi
2.Fungsi Akuntansi
2.1.Fungsi Akuntansi
3.Prinsip Akuntansi
3.1.Prinsip akuntansi
4.Manfaat Akuntansi
4.1.Manfaat bagi perusahaan
4.2.Manfaat bagi bisnis
4.3.Manfaat bagi pendidikan
5.Penutup
5.1.Kesimpulan
SUMBER :
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/01/definisi-dan-fungsi-akuntansi/
http://riyantirinnus.blogspot.com/2013/01/contoh-kerangka-karangan.html
Sunday, December 22, 2013
Sunday, November 10, 2013
Tulisan
Disini saya akan menceritakan tentang orang2 yang saya sayangi.
Bagi saya yang paling saya sayangi pertama adalah ALLAH swt,karena dialah yang telah menciptakan seluruh alam semesta ini,yang kedua adalah keluarga saya.. keluarga adalah hal terpenting dalam hidup saya.
Saya adalah anak ke tiga dari empat bersaudara dan saya adalah anak laki-laki satu2nya.
Alhamdulilah kami hidup dalam sebuah keluarga yang harmonis dan saling menyayangi.Dalam keluarga orang yang saya sangat sayangi adalah ibu saya,karena dialah yang telah melahirkan dan merawat saya dari kecil hingga saat ini.
Dan orang terakhir yang saya sayangi adalah seorang wanita yang bernama destya.
Saya bertemu dia saat masih sma,dan alhamdulilah sampai saat ini kami msh baik2 saja :D
Cukup sekian cerita dari saya tentang orang2 yang saya sayangi.
Sekian dan terima gaji. :D
Kalimat Turunan
Secara umum, pembentukan kata turunan dengan imbuhan mengikuti aturan penulisan kata yang ada di bagian sebelumnya. Berikut adalah beberapa informasi tambahan untuk melengkapi aturan tersebut.
Jenis imbuhan
Jenis imbuhan dalam bahasa Indonesia dapat dikelompokkan menjadi:
1. Imbuhan sederhana; hanya terdiri dari salah satu awalan atau akhiran.
a. Awalan: me-, ber-, di-, ter-, ke-, pe-, per-, dan se-
b. Akhiran: -kan, -an, -i, -lah, dan –nya
2. Imbuhan gabungan; gabungan dari lebih dari satu awalan atau akhiran.
a. ber-an dan ber-i
b. di-kan dan di-i
c. diper-kan dan diper-i
d. ke-an dan ke-i
e. me-kan dan me-i
f. memper-kan dan memper-i
g. pe-an dan pe-i
h. per-an dan per-i
i. se-nya
j. ter-kan dan ter-i
3. Imbuhan spesifik; digunakan untuk kata-kata tertentu (serapan asing).
a. Akhiran: -man, -wan, -wati, dan -ita.
b. Sisipan: -in-,-em-, -el-, dan -er-.
Awalan me-
Pembentukan dengan awalan me- memiliki aturan sebagai berikut:
1. tetap, jika huruf pertama kata dasar adalah l, m, n, q, r, atau w. Contoh: me- + luluh → meluluh, me- + makan → memakan.
2. me- → mem-, jika huruf pertama kata dasar adalah b, f, p*, atau v. Contoh: me- + baca → membaca, me- + pukul → memukul*, me- + vonis → memvonis, me- + fasilitas + i → memfasilitasi.
3. me- → men-, jika huruf pertama kata dasar adalah c, d, j, atau t*. Contoh: me- + datang → mendatang, me- + tiup → meniup*.
4. me- → meng-, jika huruf pertama kata dasar adalah huruf vokal, k*, g, h. Contoh: me- + kikis → mengikis*, me- + gotong → menggotong, me- + hias → menghias.
5. me- → menge-, jika kata dasar hanya satu suku kata. Contoh: me- + bom → mengebom, me- + tik → mengetik, me- + klik → mengeklik.
6. me- → meny-, jika huruf pertama adalah s*. Contoh: me- + sapu → menyapu*.
Huruf dengan tanda * memiliki sifat-sifat khusus:
1. Dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf vokal. Contoh: me- + tipu → menipu, me- + sapu → menyapu, me- + kira → mengira.
2. Tidak dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf konsonan. Contoh: me- + klarifikasi → mengklarifikasi.
3. Tidak dilebur jika kata dasar merupakan kata asing yang belum diserap secara sempurna. Contoh: me- + konversi → mengkonversi.
Aturan khusus
Ada beberapa aturan khusus pembentukan kata turunan, yaitu:
1. ber- + kerja → bekerja (huruf r dihilangkan)
2. ber- + ajar → belajar (huruf r digantikan l)
3. pe + perkosa → pemerkosa (huruf p luluh menjadi m)
4. pe + perhati → pemerhati (huruf p luluh menjadi m)
Sumber :
http://rizkyanraguta.blogspot.com/2013/10/diksi-kalimat-efektif-dan-kalimat.html
http://rizkyanraguta.blogspot.com/2013/10/diksi-kalimat-efektif-dan-kalimat.html
Kalimat Efektif
Kalimat adalah satuan bahasa
terkecil,dalam wujud lisan atau tulis yang memiliki sekurang-kurangnya subjek
dan predikat.Bagi seorang pendengar atau pembaca. Efektif mengandung pengertian tepat guna, artinya sesuatu akan
berguna jika dipakai pada sasaran yang tepat.
Kalimat efektif adalah kalimat yang bukan hanya memenuhi
syarat-syarat komunikatif, gramatikal, dan sintaksis saja, tetapi juga harus
hidup, segar, mudah dipahami, serta sanggup menimbulkan daya khayal pada diri
pembaca. (Rahayu: 2007)
Ciri-ciri kalimat efektif:
Ciri-ciri kalimat efektif:
1. KESEPADANAN STRUKTUR BAHASA
· Kesepadanan ialah keseimbangan antara gagasan dan struktur bahasa yang digunakan.
· Kesepadanan kalimat dibangun melalui kesatuan gagasan yang kompak dan kepaduan pikiran yang baik. · Kesatuan menunjuk bahwa dalam satu kalimat hendaknya hanya ada satu
ide pokok.
· Satu ide pokok tidak diartikan sebagai ide tunggal, tetapi ide yang dapat dikembangkan ke dalam
beberapa ide penjelas.
2. KEPARALELAN ATAU KESEJAJARAN BENTUK
· Keparalelan atau kesejajaran bentuk adalah terdapatnya unsur-unsur
yang sama derajatnya, sama pola atau susunan kata dan frasa yang dipakai di dalamkalimat.
· Bila bentuk pertama menggunakan nomina, bentuk kedua dan seterusnya juga harus menggunakan nomina.
· Demikian pula bila menggunakan bentuk-bentuk lain.
3. KETEGASAN ATAU PENEKANAN KATA
· Merupakan perlakuan khusus pada kata tertentu dalam kalimat sehingga berpengaruh terhadap makna kalimat secara keseluruhan.
· Ada beberapa cara penekanan dalam kalimat:
1. Meletakkan kata yang ditonjolkan itu pada awal kalimat
2. Melakukan pengulangan (repetisi)
3. Melakukan pengontrasan kata kunci
4. Menggunakan partikel penegas Penekanan Kata.
4. KEHEMATAN KATA
o Kehematan adalah upaya menghindari pemakaian kata yang tidak perlu jadi kata menjadi padat berisi.
Dapat dilakukan dengan cara:
o Menghilangkan pengulangan subyek o Menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata
o Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat
o Kehematan dengan tidak menjamakkan kata yang sudah jamak
5.KESATUAN GAGASAN
o Kesatuan gagasan adalah terdapatnya satu ide pokok
dalam sebuah kalimat.
o Contoh:
o Berdasarkan agenda sekretaris manajer personalia akan memberi
pengarahan kepada pegawai baru.
6.KELOGISAN
o Kelogisan adalah terdapatnya arti kalimat yang logis/masuk akal dan penulisannya sesuai EYD.
o Contoh:
o Berdasarkan agenda sekretaris manajer personalia akan memberi
pengarahan kepada pegawai baru.
6.KELOGISAN
o Kelogisan adalah terdapatnya arti kalimat yang logis/masuk akal dan penulisannya sesuai EYD.
CONTOH KALIMAT EFEKTIF
·
Pahlawan itu telah gugur.
·
Pada hari itu mereka saling bersalaman.
·
Suatu saat alam semesta akan musnah
·
Beberapa orang
melarikan diri
·
Semua orang tahu bahwa air laut rasanya asin.
·
Dia datang hanya membawa belaskasihannya saja.
·
Kemarin banyak karyawan yang melakukan demonstrasi.
·
Sejak kemarin dia hanya diam saja.
·
Soal itu bagi saya kurang jelas.
Sumber :
http://wahyurezkianto.blogspot.com/
DIKSI
- Membuat pembaca atau pendengar mengerti secara benar dan tidak salah paham terhadap apa yang disampaikan oleh pembicara atau penulis.
- Untuk mencapai target komunikasi yang efektif.
- Melambangkan gagasan yang di ekspresikan secara verbal.
- Membentuk gaya ekspresi gagasan yang tepat (sangat resmi, resmi, tidak resmi) sehingga menyenangkan pendengar atau pembaca.
Diksi
terdiri dari delapan elemen yaitu : fonem, silabel, konjungsi, hubungan, kata
benda, kata kerja, infleksi, dan uterans.
Macam macam hubungan makna :
Macam macam hubungan makna :
- Sinonim
Merupakan kata-kata yang memiliki persamaan / kemiripan makna. Sinonim sebagai ungkapan (bisa berupa kata, frase, atau kalimat) yang maknanya kurang lebih sama dengan makna ungkapan lain. Contoh: Kata buruk dan jelek, mati dan wafat.
- Antonim.
Merupakan ungkapan (berupa kata, frase, atau kalimat) yang maknanya dianggap kebalikan dari makna /ungkapan lain. Contoh: Kata bagus berantonim dengan kata buruk; kata besar berantonim dengan kata kecil.
- Polisemi.
Adalah sebagai satuan bahasa (terutama kata atau frase) yang memiliki makna lebih dari satu. Contoh: Kata kepala bermakna ; bagian tubuh dari leher ke atas, seperti terdapat pada manusia dan hewan, bagian dari suatu yang terletak di sebelah atas atau depan, seperti kepala susu, kepala meja,dan kepala kereta api, bagian dari suatu yang berbentuk bulat seperti kepala, kepala paku dan kepala jarum dan Iain-lain.
- Hiponim.
Adalah suatu kata yang yang maknanya telah tercakup oleh kata yang lain, sebagai ungkapan (berupa kata, frase atau kalimat) yang maknanya dianggap merupakan bagian dari makna suatu ungkapan. Contoh : kata tongkol adalah hiponim terhadap kata ikan, sebab makna tongkol termasuk makna ikan.
- Hipernim.
Merupakan suatu kata yang mencakup makna kata lain.
- Homonim.
Merupakan kata-kata yang memiliki kesamaan ejaan dan bunyi namun berbeda arti.
- Homofon.
Merupakan kata-kata yang memiliki bunyi sama tetapi ejaan dan artinya berbeda.
- Homograf.
Merupakan kata-kata yang memiliki tulisan yang sama tetapi bunyi dan artinya berbeda.
Makna
Denotasi
Makna
Denotasi merupakan makna kata yang sesuai dengan makna yang sebenarnya atau
sesuai dengan makna kamus.
Contoh :
Adik makan
nasi.
Makan
artinya memasukkan sesuatu ke dalam mulut.
Makna
Konotasi
Kalau makna
Denotasi adalah makna yang sebenarnya, maka seharusnya Makna Konotasi merupakan
makna yang bukan sebenarnya dan merujuk pada hal yang lain. Terkadang banyak
eksperts linguistik di Indonesia mengatakan bahwa makna konotasi adalah makna
kiasan, padahal makna kiasan itu adalah tipe makna figuratif, bukan makna
konotasi. Makna Konotasi tidak diketahui oleh semua orang atau dalam artian
hanya digunakan oleh suatu komunitas tertentu. Misalnya Frase jam tangan.
Contoh:
Pak Slesh
adalah seorang pegawai kantoran yang sangat tekun dan berdedikasi. Ia selalu
disiplin dalam mengerjakan sesuatu. Pada saat rapat kerja, salah satu kolega
yang hadir melihat kinerja beliau dan kemudian berkata kepada sesama kolega
yang lain “Jam tangan pak Slesh bagus yah”.
Dalam
ilustrasi diatas, frase jam tangan memiliki makna konotasi yang berarti
sebenarnya disiplin. Namun makna ini hanya diketahui oleh orang-orang yang
bekerja di kantoran atau semacamnya yang berpacu dengan waktu. Dalam contoh
diatas, Jam Tangan memiliki Makna Konotasi Positif karena sifatnya memuji
Makna
konotasi dibagi menjadi 2 yaitu konotasi positif merupakan kata yang
memiliki makna yang dirasakan baik dan lebih sopan, dan konotasi negatif
merupakan kata yang bermakna kasar atau tidak sopan.
Subscribe to:
Posts (Atom)


